Lintaskabar.id, Makassar – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, mengajak masyarakat memperkuat ketahanan keluarga sebagai fondasi mencetak sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan berkarakter.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Ajakan itu disampaikan saat memimpin Apel Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 Tahun 2026 di Halaman Balai Kota Makassar, Senin (29/6/2026).

Harganas Jadi Momentum Perkuat Keluarga

Munafri menegaskan Harganas bukan sekadar peringatan tahunan, tetapi momentum memperkuat peran keluarga dalam membentuk generasi penerus.

“Hari Keluarga Nasional bukan sekadar seremonial, melainkan sebuah refleksi nasional. Sudahkah keluarga kita menjadi tempat bernaung yang aman, tangguh, dan mampu melahirkan generasi pemenang,” ujarnya.

Perkuat Tiga Pilar Keluarga

Munafri menilai kualitas SDM dimulai dari keluarga. Menurutnya, bonus demografi hanya akan menjadi peluang jika keluarga mampu membangun generasi sejak dini.

“Transformasi kualitas SDM tidak dimulai dari bangku sekolah ataupun dunia kerja, tetapi dari dalam rahim ibu dan pola pengasuhan di lingkungan keluarga,” tegasnya.

Karena itu, ia mengajak ASN Pemkot Makassar memperkuat tiga pilar keluarga, yakni kesehatan, pendidikan karakter, dan ketahanan mental.

Ia juga mengingatkan pentingnya pemenuhan gizi pada 1.000 hari pertama kehidupan, pendidikan karakter di rumah, serta lingkungan keluarga yang mendukung tumbuh kembang anak.

Peran Ayah dan Komunikasi Keluarga

Selain itu, Munafri menekankan pentingnya peran ayah dalam pengasuhan agar anak tidak mengalami fenomena fatherless.

“Jangan biarkan anak-anak kita tumbuh dalam fenomena fatherless, di mana ayah hadir secara fisik tetapi absen secara psikologis,” katanya.

Ia juga meminta keluarga membatasi penggunaan gawai agar komunikasi tetap terjalin.

“Jangan biarkan meja makan sunyi karena semua sibuk menatap layar. Peluk anak-anak, ajak mereka berdialog, dan batasi screen time pada hal-hal yang produktif,” pesannya.

Rumah Jadi Benteng Anak

Munafri menilai keluarga menjadi benteng utama untuk mencegah perundungan, tawuran, pergaulan bebas, hingga penyalahgunaan narkoba.

“Jadikan rumah sebagai tempat yang paling aman dan paling dirindukan, sehingga ke mana pun anak melangkah, kehangatan keluarga akan selalu menarik mereka kembali ke jalan yang benar,” tuturnya.

Ia pun mengajak masyarakat membangun keluarga yang sehat, cerdas, dan berkarakter demi menyongsong Indonesia Emas 2045.

“Mari kita bangun keluarga Indonesia yang sehat, cerdas, dan berkarakter mulia agar siap memetik bonus demografi dan mewujudkan Indonesia Emas 2045,” pungkasnya. (Ar)