Lintaskabar.id, Sinjai – Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman meresmikan Jembatan Sungai Balampangi di Desa Bua, Kecamatan Tellu Limpoe, Kabupaten Sinjai, Sabtu (31/1). Jembatan ini menjadi penghubung utama Sinjai dan Bulukumba yang telah lama dinantikan masyarakat.
Perkuat konektivitas dan mobilitas warga
Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan meresmikan jembatan tersebut sebagai bagian dari upaya meningkatkan konektivitas antarwilayah. Keberadaan jembatan ini memperlancar mobilitas warga sekaligus mendukung distribusi barang pada ruas jalan kewenangan provinsi, yakni Jalan Batas Kabupaten Bulukumba (Lolisang)–Kabupaten Sinjai (Desa Bua) sepanjang 21,78 kilometer.
“Pembangunan infrastruktur jembatan ini tidak hanya berfungsi sebagai penghubung wilayah, tetapi juga sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi di bidang perikanan maupun pertanian serta peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Dibangun melalui APBD Provinsi Sulsel
Pemprov Sulsel membangun Jembatan Sungai Balampangi menggunakan alokasi APBD Provinsi Sulawesi Selatan. Jembatan ini memiliki bentang sekitar 15,8 meter. Pekerjaan meliputi pembangunan abutmen beton di sisi kiri dan kanan, lantai jembatan, oprit beton, railing, lining, serta pemasangan patok pengaman guna menjamin keselamatan pengguna jalan.
Proses panjang hingga akhirnya rampung
Sebelumnya, masyarakat hanya memanfaatkan penyeberangan berupa batang kayu. Pemprov Sulsel memulai pekerjaan awal pada 2022, kemudian sempat menghentikannya sebelum melanjutkan kembali pembangunan pada 2025. Hingga akhirnya, jembatan ini rampung dan kini dapat dimanfaatkan masyarakat.
“Mudah-mudahan jembatan ini membawa manfaat besar bagi masyarakat Bulukumba-Sinjai, memperlancar aktivitas sehari-hari, serta memperkuat konektivitas antarwilayah dalam mendukung mobilitas barang dan jasa,” cetusnya.
Warga rasakan manfaat langsung
Dengan diresmikannya jembatan tersebut, warga setempat mulai merasakan manfaatnya. Syamsul berharap akses transportasi Sinjai–Bulukumba semakin lancar dan mampu mendorong percepatan pembangunan wilayah secara berkelanjutan.
“Dulu kalau air sungai naik, kami harus hati-hati lewat, bahkan kadang terpaksa memutar jauh. Sekarang alhamdulillah sudah aman dan lancar. Berkat bantuan dari Bapak Gubernur kami ucapkan terima kasih banyak yang sebesar-besarnya,” ucapnya. (Zi)







