Lintaskabar.id, Parepare – PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (UID Sulselrabar) menyelenggarakan “Pelatihan Kesiapsiagaan Darurat Bencana” di kantor PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Parepare pada 19–20 Januari 2026. PLN UID Sulselrabar menggandeng ORARI Parepare, BPBD Kota Parepare, Basarnas Kota Parepare, dan TAGANA Parepare dalam kegiatan ini. Sebanyak 100 peserta dari berbagai unit di bawah PLN UID Sulselrabar mengikuti pelatihan sebagai anggota Tim Reaksi Cepat (TRC).
Pelatihan Tingkatkan Kesiapan Tim Reaksi Cepat
Ketua ORARI Kota Parepare sekaligus ketua panitia, Bobot Hery, mengapresiasi pelatihan yang PLN rancang untuk meningkatkan kompetensi dan kesiapan TRC dalam menghadapi kondisi darurat. Ia menegaskan, PLN membentuk TRC untuk merespons bencana dengan cepat agar melindungi pegawai, masyarakat, dan aset perusahaan.
Damkar Parepare Dorong Peserta Terapkan Ilmu Pelatihan
Sementara itu, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Parepare, Abdul Waris Muhiddin, menyampaikan penghargaan atas inisiatif pelatihan yang membekali peserta dengan pengetahuan manajemen bencana. “Kami berharap kepada semua peserta yang ikut pelatihan ini agar dapat menyerap dan mempraktikkannya kelak pada saat dibutuhkan,” ujarnya.
Ambo Tuwo: TRC Garda Terdepan Penanganan Bencana
Selanjutnya, Senior Manager Keuangan, Komunikasi, dan Umum PLN UID Sulselrabar, Ambo Tuwo, menegaskan peran TRC sebagai garda terdepan penanganan bencana dan tim khusus untuk kondisi darurat. “Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan bekal kesiapsiagaan agar ketika terjadi bencana, teman-teman TRC dapat memberikan bantuan serta menerapkan keahlian yang diperoleh selama pelatihan. Selain itu, pelatihan ini juga berfokus pada peningkatan kompetensi,” jelasnya.
Konsep 5M: PLN Tekankan Pilar Manusia
Dalam pelatihan ini, PLN juga memperkuat pemahaman peserta tentang konsep manajemen 5M, terutama elemen Man (Manusia). “Semua bisa bergerak apabila ada manusianya. Pilar paling utama adalah manusia. Karena itu, teman-teman TRC dibekali oleh BPBD untuk memastikan kesiapan mereka,” ujar Ambo.
Perkuat Kolaborasi dengan ORARI, BPBD, Basarnas, dan TAGANA
Ambo menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi dengan ORARI, BPBD, Basarnas, dan TAGANA sebagai rujukan utama dalam penanggulangan bencana. “Kita perlu bersinergi dan berkolaborasi dengan ORARI, BPBD, Basarnas, dan TAGANA sebagai rujukan utama kita dalam penanggulangan bencana. Saya berharap acara ini menjadi awal dari kerja sama yang baik antara PLN UID Sulselrabar dan BPBD. Kelak, kita dapat membantu unit lain jika diperlukan,” tambah Ambo.
Komitmen Perlindungan Pegawai, Masyarakat, dan Aset
Secara keseluruhan, PLN UID Sulselrabar menunjukkan komitmennya dengan memperkuat kesiapan dan kompetensi TRC sebagai bagian dari upaya perlindungan terhadap pegawai, masyarakat, lingkungan, dan aset perusahaan. Dengan pengetahuan serta keterampilan yang diperoleh, TRC diharapkan memberikan kontribusi nyata dalam penanggulangan bencana.
YBM PLN Salurkan Sembako dan Beasiswa
Selain pelatihan tanggap darurat, Yayasan Baitul Maal PLN menggelar bakti sosial. YBM PLN menyalurkan 100 paket sembako dan memberikan lima beasiswa kepada masyarakat di Desa Tegal, Kota Parepare. (Ag)







