Lintaskabar.id, Spanyol – Florentino Perez, Presiden Real Madrid, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menuntut UEFA dalam sebuah pernyataan yang disampaikan dalam Sidang Umum klub pada hari Minggu 23 November kemarin.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Dalam pernyataannya, Perez membahas berbagai isu, salah satunya adalah proyek Liga Super Eropa dan penolakan UEFA terhadapnya.

Pada Oktober lalu, Real Madrid dilaporkan berencana menggugat UEFA terkait keputusan badan sepak bola Eropa tersebut yang dianggap telah melanggar hukum persaingan Uni Eropa dalam menangani Liga Super. Perez pun mengonfirmasi hal tersebut dalam wawancara dengan Diario AS.

“Liga Super merupakan inisiatif penting untuk mengurangi jarak antara sepak bola Inggris dan liga-liga lainnya. Kami telah berhasil menggulingkan rezim monopoli yang telah berlangsung lebih dari 60 tahun dalam waktu singkat. Pada 2021, UEFA mengancam akan mengusir klub-klub yang terlibat. Mereka bahkan membuka berkas disiplin untuk mengusir kami dari Liga Champions,” ujar Perez.

Namun, empat tahun kemudian, lanjut Perez, muncul putusan dari Pengadilan Uni Eropa (CJEU) dan dua keputusan signifikan dari pengadilan Madrid yang mendukung pihaknya.

Meski demikian, LaLiga dan UEFA menganggap putusan tersebut kurang signifikan dan lebih memilih untuk fokus pada perdamaian. Mereka bahkan sepakat dengan 21 dari 23 poin yang diajukan oleh Real Madrid.

Perez menegaskan bahwa tidak ada pihak yang dapat memberi sanksi kepada mereka karena pihaknya berjuang demi masa depan sepak bola. Oleh karena itu, mereka menuntut UEFA atas kerugian yang diakibatkan oleh tindakan tersebut.

“Kami menuntut kompensasi dari UEFA dan berupaya untuk menyelenggarakan kompetisi di masa depan. Kami tidak datang hanya untuk memenangkan gugatan, tetapi untuk mewujudkan tujuan ini. Terima kasih kepada tim yang telah bekerja keras, meskipun kesepakatan belum tercapai. UEFA mencoba mendesak kami untuk mengajukan gugatan ke ECA, tetapi ECA wajib mencabut gugatan terhadap UEFA, yang berpotensi membuat kami kehilangan miliaran euro yang kami tuntut,” tambah Perez.