Lintaskabar.id, Makassar – Universitas Muhammadiyah Makassar (Unismuh Makassar) berkolaborasi dengan Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia Wilayah Sulawesi Selatan (ICMI Sulsel) dalam menyelenggarakan Pelatihan Jurnalistik bagi siswa kelas XII SMA/SMK/MA dari Makassar, Maros, dan Gowa.
Program ini menjadi ajang peningkatan literasi media sekaligus sarana mengasah keterampilan bermedia sosial bagi generasi muda. Kegiatan berlangsung pada 15–16 November 2025 di Balai Sidang Muktamar Kampus Unismuh Makassar dan Grand Makassar Hotel.
Sebanyak 100 peserta dari 50 sekolah terlibat dalam kegiatan ini. Mereka dipilih berdasarkan minat kuat terhadap dunia kepenulisan serta rekam jejak kepemimpinan, terutama para siswa yang pernah atau sedang aktif di OSIS. Mekanisme seleksi ini dilakukan agar pelatihan benar-benar diberikan kepada siswa yang memiliki motivasi tinggi untuk berkembang dalam dunia jurnalistik.
Panitia Pelaksana, Dr. Muhammad Akhir, dalam laporannya menjelaskan bahwa kegiatan tersebut dipersiapkan selama lebih dari satu bulan oleh tim gabungan dari Unismuh Makassar dan ICMI Sulsel. Ia menekankan bahwa pelatihan ini tidak hanya memberikan teori, tetapi juga pengalaman praktik yang menyerupai proses kerja media profesional.
“Tema yang kita usung adalah Jurnalisme Abu-Abu, yakni ruang belajar bagi pelajar berseragam putih abu-abu untuk memahami praktik jurnalistik secara benar,” ungkapnya.
Akhir menambahkan bahwa peserta dipilih dari daerah terdekat seperti Makassar, Maros, dan Gowa agar pelaksanaan dapat berjalan efektif. Panitia ingin memastikan seluruh peserta mendapatkan fasilitas terbaik, mulai dari penginapan hingga pendampingan langsung oleh narasumber berkompeten. Ia merinci bahwa dari total peserta, 52 adalah siswa laki-laki dan 48 merupakan siswa perempuan.
Selama dua hari kegiatan, peserta mendapatkan pengenalan dasar jurnalistik, pelatihan menulis berita, penyusunan esai, hingga praktik fotografi dan videografi sederhana. Mereka juga diajak mengikuti tur kampus untuk melihat fasilitas Unismuh Makassar seperti observatorium lantai 18, perpustakaan kedokteran, dan sejumlah laboratorium sebagai bahan penulisan.
Wakil Rektor I Unismuh Makassar, Prof. Andi Sukri Samsuri, menyampaikan apresiasinya atas sinergi antara Unismuh Makassar dan ICMI Sulsel yang konsisten menghadirkan program peningkatan kapasitas pelajar. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata komitmen kedua lembaga dalam memperluas literasi digital dan akses pendidikan bagi generasi muda.
“Unismuh Makassar saat ini membina 67 program studi dan terus mendorong penguatan literasi digital siswa,” ujarnya.
Prof. Andis, sapaan akrabnya, juga menjelaskan bahwa pelatihan ini memberikan peluang bagi peserta untuk mengenal lingkungan kampus, budaya akademik, serta informasi mengenai berbagai pilihan studi di Unismuh Makassar. Ia menambahkan bahwa kampus terus memperkuat program internasionalisasi melalui peningkatan akreditasi dan pengembangan prodi strategis.
Lebih jauh, Prof. Andis menekankan pentingnya mempererat hubungan antara perguruan tinggi dan sekolah menengah sebagai bagian dari ekosistem pendidikan. Ia berharap pelatihan jurnalistik ini dapat menjadi model pembinaan jangka panjang yang melibatkan Unismuh Makassar, ICMI Sulsel, dan sekolah-sekolah di Sulawesi Selatan.
Sementara itu, Wakil Ketua ICMI Sulsel, Prof. Andi Tamsil, yang membuka acara secara resmi, menegaskan bahwa literasi media merupakan keterampilan penting bagi generasi muda di era digital.
“Media sangat penting, dan adik-adik adalah yang paling lincah di media sosial. Karena itu, kita harus mengarahkan agar bermedsos secara sehat dan tidak terjebak hoaks,” ujarnya.
Menurut Tamsil, kemampuan bermedia sosial yang baik dapat membuka peluang karier, seperti menjadi kreator konten atau jurnalis profesional. Ia juga berharap kegiatan seperti ini dapat diperluas hingga ke Palopo, Parepare, dan daerah lainnya agar kesempatan serupa dapat dirasakan pelajar di seluruh Sulawesi Selatan.
Ia menekankan bahwa literasi media tidak hanya soal kemampuan teknis, tetapi juga tanggung jawab moral dalam mengelola informasi. Dengan memahami etika bermedia, siswa diharapkan menjadi generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga bijaksana dalam menggunakan teknologi.
Pelatihan ini berlangsung sesuai jadwal resmi. Pada hari pertama, peserta mengikuti pembukaan dan materi Dasar-Dasar Jurnalistik yang dibawakan oleh Dr. Muhammad Yahya di Balai Sidang Unismuh Makassar. Setelah itu, mereka mengikuti tur kampus untuk mengamati objek penulisan berita dan karya jurnalistik lainnya.
Pada sesi siang hingga malam di Grand Makassar Hotel, peserta mendapatkan materi Teknik Menulis Opini oleh Dr. Hadisaputra, materi Komunikasi Efektif oleh Dr. Syahban Nur, Teknik Desain Grafis oleh Makmun, S.Pd., M.Pd., Fotografi Jurnalistik oleh Ahmad Syarif, S.Sos., M.I.Kom., serta sesi Tadabur Budaya oleh Muhammad Tahir M., S.Pd., M.Pd.
Kegiatan hari kedua dimulai dengan Salat Subuh Berjamaah dan pencerahan spiritual oleh Dr. KH Abbas Baco Miro. Setelah sarapan, peserta mengikuti materi Etika Jurnalistik dan Media Sosial oleh Dr. Syukri, S.Sos., M.Si., sebelum memasuki sesi presentasi karya jurnalistik yang telah mereka buat.
Pada sesi ini, peserta mempresentasikan hasil tulisan atau liputan sebagai bentuk evaluasi. Panitia memberikan apresiasi kepada karya terbaik sebagai motivasi bagi peserta untuk terus meningkatkan kemampuan.
Di akhir kegiatan, panitia menyampaikan bahwa program ini berpotensi dilanjutkan dengan pelatihan lanjutan ataupun perluasan peserta pada tahun berikutnya. Unismuh Makassar dan ICMI Sulsel menegaskan komitmen mereka untuk terus menghadirkan program-program pengembangan generasi muda demi peningkatan kualitas pendidikan dan literasi media di Sulawesi Selatan. (Ag)







