MAKASSAR — Ekonomi digital di Sulawesi Selatan terus berakselerasi. Kini, makin banyak warga yang beralih ke sistem pembayaran digital, dengan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) menjadi primadona transaksi cepat, aman, dan praktis.
Tak hanya di pusat kota seperti Makassar, QRIS kini merambah hingga ke pelosok kabupaten dan pasar tradisional. Pedagang kecil hingga pelaku e-commerce besar sama-sama menikmati kemudahan transaksi nontunai yang semakin digemari masyarakat.
Lonjakan Pengguna dan Transaksi QRIS
Berdasarkan data Bank Indonesia Perwakilan Sulawesi Selatan, hingga pertengahan 2025 pengguna aktif QRIS telah mencapai 3,5 juta orang. Total nilai transaksi menembus Rp28 triliun, naik lebih dari 40 persen dibanding tahun sebelumnya.
Tren serupa juga terjadi di sektor e-commerce yang terus menunjukkan pertumbuhan signifikan seiring meningkatnya adopsi sistem pembayaran digital.
Akademisi: QRIS Perkuat Kepercayaan dan Inklusi Keuangan
Menurut Dr. Ir. Lukman dosen Ekonomi Pembangunan Universitas Bosowa Makassar, QRIS memiliki peran besar dalam mempercepat perputaran ekonomi digital di daerah.
“QRIS telah membuka peluang besar bagi masyarakat untuk berpartisipasi dalam ekonomi digital. Sistem ini bukan hanya mempermudah transaksi, tetapi juga memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap perdagangan online,” ujar Dr. Lukman, belum lama ini.
Ia menambahkan, QRIS membantu pelaku UMKM menjangkau konsumen lebih luas tanpa perlu sistem pembayaran rumit. Pedagang kecil kini bisa bersaing di pasar modern hanya dengan modal ponsel dan kode QR.
Generasi Muda Jadi Penggerak
Hal senada disampaikan Amelita Denginna, mahasiswa Ekonomi Pembangunan Universitas Bosowa. Ia menilai pesatnya pertumbuhan ekonomi digital tak lepas dari meningkatnya literasi dan adaptasi teknologi masyarakat.
“Sekarang hampir semua orang sudah kenal QRIS, dari pedagang kaki lima sampai toko online. Ini bukti bahwa masyarakat semakin terbuka terhadap inovasi,” ujarnya.
Menurutnya, QRIS bukan sekadar alat bayar, tapi bagian dari gaya hidup digital baru yang membuat transaksi sehari-hari lebih efisien mulai dari membeli makanan, transportasi, hingga layanan daring.
Dorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah
Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan ekonomi Sulawesi Selatan tumbuh 5,8 persen pada triwulan II 2025, melampaui rata-rata nasional sebesar 5,1 persen. Sektor informasi dan komunikasi, termasuk perdagangan digital, menjadi motor utama dengan pertumbuhan mencapai 9,2 persen.
Dr. Lukman menekankan pentingnya penguatan literasi digital agar masyarakat tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga pelaku ekonomi digital yang cerdas dan aman dari risiko penipuan.
Sulsel, Pionir Ekonomi Digital Indonesia Timur
Kolaborasi antara pemerintah daerah, akademisi, dan pelaku industri menjadi kunci agar transformasi digital di Sulawesi Selatan terus berkelanjutan.
“QRIS bukan hanya alat pembayaran, tapi simbol perubahan pola hidup menuju sistem ekonomi yang modern dan transparan,” tutup Amelita.
Penulis: AD/Citizen reporter







