MAKASSAR — Tiga nama besar mencuat dalam bursa calon Ketua DPD Partai Golkar Sulawesi Selatan. Mereka adalah Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin (Appi), Anggota DPR RI Taufan Pawe, serta mantan Wali Kota Makassar dua periode Ilham Arief Sirajuddin (IAS). Meski begitu, belum ada tanda-tanda siapa yang benar-benar unggul dalam pertarungan Musda kali ini.
Pengamat Politik Universitas Hasanuddin, Prof. Sukri Tamma, menilai peluang ketiga tokoh tersebut masih sangat seimbang. “Saat ini, tidak ada satu pun kandidat yang benar-benar dominan. Semua memiliki peluang yang relatif sama,” ujarnya, Senin (21/7).
Menurut Sukri, baik IAS maupun Taufan Pawe dikenal sebagai tokoh lama yang sudah berpengalaman di tubuh Golkar. Sementara Appi, yang baru empat tahun bergabung di partai, kini dinilai sebagai rising star setelah sukses menorehkan prestasi di Pilkada Makassar.
Tidak hanya soal pengalaman, Musda Golkar Sulsel kali ini juga diwarnai isu regenerasi dan harapan akan munculnya pemimpin muda. “Pak Appi memang kerap dipandang sebagai representasi generasi muda Golkar. Namun, tetap saja, keputusan akhir sangat dipengaruhi oleh kebijakan DPP,” jelas Sukri.
Komunikasi intens pun terus dibangun oleh para kandidat, baik dengan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) maupun para tokoh senior Golkar. Pertemuan dengan Ketua Umum Bahlil Lahadalia serta Jusuf Kalla di Jakarta menjadi bagian dari langkah strategis masing-masing calon untuk memperkuat posisi.
Menariknya, sampai detik ini belum ada hasil survei maupun indikator yang bisa dijadikan acuan pasti siapa yang akan unggul. “Kekuatan para kandidat masih seimbang. Masing-masing punya keunggulan sendiri,” tambah Sukri.
Lebih jauh, Sukri menekankan pentingnya kemampuan komunikasi bagi ketua yang terpilih nantinya. Selain harus mampu mengelola dinamika internal, pemimpin Golkar Sulsel berikutnya juga dituntut menjaga hubungan eksternal yang baik.
Jelang Musda, peluang munculnya nama baru yang mengejutkan juga dinilai sangat kecil. “Melihat situasi sekarang, tampaknya sulit ada calon kejutan. Ketiga nama inilah yang paling menonjol,” tutup Prof. Sukri.
Kini, publik dan para kader Golkar masih menanti keputusan DPP—siapa yang akan mengantarkan Golkar Sulsel menatap tahun politik 2029?
Penulis: Irwan







