SIDRAP — Desa Wanio dan Wanio Timoreng di Kecamatan Panca Lautang, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), kini menjadi contoh nyata transformasi pertanian pedesaan yang berhasil.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Berkat program strategis senilai Rp75 miliar, lahan-lahan kering dan tidur di dua desa tersebut kini disulap menjadi pusat produksi pangan.

Lahan non produktif di dua desa itu kini menjadi tulang punggung ketahanan pangan lokal. Kepala Desa Wanio Timoreng, Syamsuddin, mengungkapkan bahwa dari 472 hektare lahan non rawah, sebanyak 41,70 hektare telah dicetak menjadi sawah baru.

Sementara di Desa Wanio, optimalisasi terus berlangsung di atas 435 hektare lahan sawah kering.

Transformasi ini tidak hanya terjadi di tingkat lahan, tapi juga dalam sistem pertanian yang dibangun. Pemerintah Kabupaten Sidrap di bawah kepemimpinan Bupati Syaharuddin memperkenalkan terobosan seperti brigade pangan unit khusus petani yang dibentuk untuk mempercepat proses pertanian dengan teknologi modern.

Di Wanio Timoreng, dua brigade telah dibentuk, masing-masing mengelola 200 hektare lahan dengan dukungan anggaran Rp3 miliar.

Hingga kini, total 13 brigade pangan aktif di Panca Lautang dengan total dukungan anggaran mencapai Rp39 miliar, digunakan untuk pengadaan alat dan mesin pertanian (alsintan).

“Brigade pangan ini ibarat pasukan khusus petani. Mereka bergerak cepat dengan dukungan teknologi dan alat berat,” ujar Syamsuddin kamis kemarin.

Di sisi lain, pembangunan infrastruktur pertanian juga tak kalah penting. Sebanyak 18 kelompok tani di Wanio Timoreng memanfaatkan 48 titik bor air untuk mengairi lahan mereka.

Jaringan listrik yang sebelumnya belum menjangkau lahan pertanian kini telah tersedia, mendukung produktivitas petani.

Selain itu, Bendung Wettee yang menjadi sumber utama irigasi juga mendapat perhatian, dengan alokasi anggaran Rp600 juta untuk perbaikannya tahun ini.

Semua inisiatif ini sejalan dengan visi Gubernur Sulawesi Selatan dalam mewujudkan swasembada pangan melalui pendekatan pembangunan berbasis desa.

Setiap desa dan kelurahan di wilayah tersebut mendapatkan sokongan dana Rp3 miliar untuk memperkuat kemandirian pangan.

Kini, Wanio dan Wanio Timoreng berdiri sebagai simbol keberhasilan transformasi pertanian lokal. Lahan-lahan tidur yang dulu tak terurus telah berubah menjadi aset produktif yang memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendorong ekonomi masyarakat Sidrap.

Penulis: Natan