MAKASSAR – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin meninjau langsung pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) Serentak yang diadakan Pemerintah Kota Makassar di halaman Kantor Kecamatan Tamalate, Senin (13/10).
Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang) Provinsi Sulawesi Selatan dan Dinas Ketapang Kota Makassar, sebagai bagian dari perayaan Hari Ulang Tahun ke-356 Sulawesi Selatan.
GPM Serentak diselenggarakan secara bersamaan di seluruh kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan. Di Makassar, kegiatan ini berlangsung di lima kecamatan, yaitu Tamalate, Panakkukang, Tallo, Wajo, dan Ujung Pandang. Tujuannya adalah memperluas akses masyarakat terhadap pangan murah dan terjangkau.
Dalam sambutannya, Wali Kota Munafri mengapresiasi kontribusi seluruh pihak yang mendukung penyelenggaraan pasar murah ini. Ia berharap kegiatan ini dapat berperan dalam menekan harga kebutuhan pokok dan meringankan beban masyarakat.
“Saya ucapkan terima kasih kepada semua yang telah berkontribusi menyukseskan kegiatan ini,” ujarnya.
Munafri juga mendorong agar GPM tidak hanya digelar saat momen tertentu, tetapi dijadikan program rutin di tingkat kecamatan. Ia mengusulkan pola pelaksanaan bergilir, seperti tujuh kecamatan di minggu pertama dan delapan kecamatan di minggu berikutnya, sehingga dampaknya bisa lebih merata.
“Saya ingin kegiatan seperti ini bisa dilakukan minimal seminggu sekali di kantor kecamatan,” kata Munafri.
Selain ketersediaan pangan, ia menyoroti pentingnya digitalisasi transaksi. Ia pun mengapresiasi dukungan Bank Indonesia dalam mendorong penggunaan QRIS sebagai metode pembayaran non-tunai di pasar murah.
“Dengan transaksi digital, data bisa tercatat otomatis, dan potensi penyalahgunaan bisa diminimalkan. Masyarakat pun jadi terbiasa menggunakan teknologi dalam kegiatan ekonomi,” jelasnya.
Munafri juga mengingatkan para camat dan lurah agar aktif memastikan pelaksanaan GPM benar-benar menjangkau masyarakat. Menurutnya, kantor kecamatan sebagai lokasi kegiatan seharusnya menjadi tempat yang ramah bagi warga.
“Pastikan masyarakat tahu dan hadir. Jangan sampai mereka enggan datang hanya karena tempatnya dianggap terlalu formal,” tegasnya.
Menutup sambutannya, Munafri mengajak seluruh perangkat kecamatan dan kelurahan menjaga sinergi dalam memberikan solusi bagi kebutuhan warga.
“Pasar murah ini bukan hanya untuk warga sekitar, tetapi terbuka untuk seluruh warga Kota Makassar. Mari kita hadirkan program-program yang benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketapang Kota Makassar, Nirman Nisman Mungkasa, menjelaskan bahwa GPM kali ini melibatkan sejumlah distributor seperti Bulog, PT Prima Food, pelaku UMKM, serta pedagang sayur.
“Bulog menyediakan 1 ton beras dan 240 liter minyak goreng, PT Prima Food menawarkan produk ayam dan olahannya, sementara pelaku UMKM menyediakan aneka produk olahan dan sayuran,” ujarnya.
Penulis: Ardhi







