GOWA — Masalah akses air bersih dan tingginya kasus diare serta stunting menjadi perhatian serius di Desa Kampili, Kabupaten Gowa.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Menanggapi hal ini, Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dari Universitas Muslim Indonesia (UMI) menggelar program inovatif yang menggabungkan teknologi tepat guna untuk filtrasi air serta pemanfaatan tanaman herbal jambu biji sebagai solusi alami anti diare dan pencegah stunting.

Program ini diinisiasi oleh Tim DPPM Dikti 2025 yang terdiri dari Ella Andayanie, SKM., M.Kes. (Ketua Tim dan Dosen Prodi Kesehatan Masyarakat FKM UMI), Annisa Junaid, ST., MT., serta dosen dari STIKES Syech Yusuf Al Makassari Gowa, Asmarani Harma, SKM., M.M.Kes.

Kegiatan menyasar kelompok kader kesehatan di Dusun Jenemadingi sebagai mitra utama, dengan melibatkan 15 kader aktif yang mendampingi masyarakat dalam penerapan teknologi filtrasi air.

Ketua tim pengabdi, Ella Andayanie, menjelaskan bahwa kegiatan ini mendapat dukungan pendanaan dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat dengan kontrak induk bernomor 126/C3/DT.05.00/PM/2025 serta kontrak turunannya.

Desa Kampili juga telah ditetapkan sebagai desa percontohan penerapan teknologi penyaringan air sumur secara sederhana namun efektif.

“Kami ingin meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengelola air bersih, serta menumbuhkan kesadaran untuk menjaga sumber air tetap higienis,” ujar Ella.

Lebih lanjut, Annisa Junaid menambahkan bahwa solusi yang ditawarkan tidak hanya sebatas penyaringan air, tetapi juga mengedukasi masyarakat tentang manfaat daun jambu biji yang dijadikan teh herbal.

Tanaman ini kaya akan tanin dan senyawa antibakteri yang terbukti dapat mengatasi diare dan berkontribusi pada pencegahan stunting.

Asmarani Harma menyebutkan, “Daun jambu biji mengandung tanin yang bersifat astringen dan antibakteri, efektif melawan bakteri seperti Escherichia coli dan Staphylococcus aureus. Kami berharap ini bisa mendukung program SDGs, khususnya dalam aspek Air Bersih dan Sanitasi Layak,” bebernya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan cakupan akses terhadap air bersih di Desa Kampili meningkat secara signifikan dan masyarakat memiliki alternatif solusi alami yang terjangkau untuk menjaga kesehatan keluarga mereka.

Penulis: Ardhi