Lintaskabar.id, Makassar – Dinas Pariwisata Kota Makassar dan Direktorat Inovasi, Riset, dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRIPM) Universitas Bosowa memperkuat transformasi sektor pariwisata menuju arah yang lebih modern, terintegrasi, dan berkelanjutan melalui kerja sama strategis.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Sebagai langkah nyata, Kepala Dinas Pariwisata Kota Makassar, Hendra Hakamuddin, menandatangani Perjanjian Kerja Sama tersebut. Selanjutnya, Rektor Universitas Bosowa, Prof. Dr. Ir. Batara Surya, S.T., M.Si., serta Direktur Kerjasama dan Pengembangan Usaha, Emil Salim Rasyidi, turut menyaksikan proses penandatanganan. Selain itu, Kepala Bidang Destinasi Pariwisata Kota Makassar, Safaruddin, bersama jajaran pimpinan dan dosen Universitas Bosowa juga menghadiri kegiatan tersebut.

Dengan demikian, kedua pihak menguatkan kolaborasi berbasis pentahelix yang melibatkan akademisi sebagai mitra strategis dalam seluruh tahapan pengembangan pariwisata, mulai dari perencanaan hingga implementasi.

Penguatan Inovasi Pariwisata Berbasis Riset

Universitas Bosowa melalui Rektor Prof. Batara Surya menegaskan komitmennya untuk mendukung pembangunan daerah. Ia menekankan bahwa kampus mendorong pengembangan pariwisata berbasis riset agar setiap inovasi memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Di sisi lain, Dinas Pariwisata Kota Makassar mengoptimalkan seluruh potensi daerah. Hendra Hakamuddin menjelaskan bahwa Makassar mengembangkan kekuatan sektor sejarah, budaya, pesisir, dan sumber daya alam untuk membentuk destinasi wisata yang terintegrasi dan berdaya saing.

Implementasi Program dan Ruang Lingkup Kerja Sama

Kedua pihak menjalankan kerja sama yang mencakup penelitian, penyusunan kajian kepariwisataan, pendampingan pengembangan destinasi, penerapan teknologi tepat guna, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pelatihan dan bimbingan teknis.

Selain itu, Direktur Kerjasama dan Pengembangan Usaha Unibos, Emil Salim Rasyidi, menekankan bahwa kolaborasi ini harus berjalan secara implementatif. Ia mendorong seluruh pihak untuk memperkuat sinergi lintas sektor agar hasil kerja sama memberikan dampak langsung kepada masyarakat.

Sementara itu, DRIPM Universitas Bosowa melalui Fadhia Ahmad memastikan pengawalan pelaksanaan program secara berkelanjutan. Ia mengoordinasikan seluruh tahapan agar perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi berjalan optimal.

Pengembangan Smart Tourism Berkelanjutan

Ke depan, kedua pihak mengarahkan pengembangan pariwisata Makassar pada konsep smart tourism dengan memanfaatkan teknologi untuk menciptakan pengelolaan destinasi yang modern, efisien, dan ramah lingkungan. Selain itu, mereka mengintegrasikan penguatan wisata budaya dan lingkungan, termasuk pemanfaatan energi terbarukan serta peningkatan fasilitas kawasan wisata.

Selanjutnya, tim pengembang merancang perencanaan secara berlapis melalui pendekatan makro, meso, dan mikro dengan melibatkan sektor transportasi, ekonomi kreatif, infrastruktur, dan lingkungan.

Dengan langkah tersebut, kolaborasi ini mendorong peningkatan daya tarik wisata, memperpanjang lama tinggal wisatawan, serta membangun ekosistem pariwisata Kota Makassar yang lebih terintegrasi, kompetitif, dan berkelanjutan. (Ag)