MAKASSAR — Suasana khusyuk menyelimuti Lapangan Karebosi, Jumat pagi kemarin, saat ribuan umat Islam dari berbagai penjuru Kota Makassar berkumpul menunaikan Salat Idul Adha 1446 Hijriah.
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, Wakil Wali Kota Aliyah Mustika Ilham, dan Ketua TP PKK Melinda Aksa turut hadir bersama jamaah, menegaskan kehadiran pemimpin sebagai bagian dari rakyat di hari suci penuh makna ini.
Salat Id dipimpin oleh Syekh Dr. Nawwaf Al-Haarisy, dengan ceramah menyentuh dari Ustadz Das’ad Latif yang mengajak umat merenungi makna pengorbanan sejati dari kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail.
Usai salat, Wali Kota Munafri menyampaikan bahwa Idul Adha adalah momentum penting untuk memperkuat rasa ikhlas dalam berbagi serta menumbuhkan empati terhadap sesama.
“Pengorbanan yang dilakukan dengan ikhlas akan dibalas dengan kebaikan. Idul Kurban bukan hanya tentang menyembelih hewan, tapi tentang keikhlasan memberi dan perhatian terhadap sesama,” ujar Munafri.
Ia berharap kebahagiaan Idul Adha bisa dirasakan oleh semua kalangan, khususnya keluarga yang membutuhkan. “Mari kita jadikan momen ini untuk berbagi dan memperkuat solidaritas sosial,” tambahnya.
Wakil Wali Kota Aliyah Mustika Ilham turut menegaskan pentingnya menjaga semangat pengorbanan dan persaudaraan dalam kehidupan sehari-hari.
“Hari ini kita bukan hanya beribadah, tapi juga memperkuat ikatan sebagai keluarga besar warga Makassar,” katanya.
Dalam khutbahnya, Ustadz Das’ad Latif menekankan bahwa keteladanan keluarga Nabi Ibrahim menunjukkan bentuk cinta sejati kepada Allah yang harus menjadi inspirasi bagi setiap keluarga Muslim.
“Kita harus menempatkan cinta kepada Allah di atas segalanya. Rasa syukur atas segala nikmat pun harus diwujudkan dalam amal, bukan sekadar ucapan,” ujarnya.
Ia menutup ceramah dengan kutipan dari Surah Ar-Rahman: “Fabiayyi aalaaa’i rabbikumaa tukazzibaan” — mengingatkan jamaah untuk tidak melupakan nikmat Allah yang begitu banyak dalam hidup.
Lapangan Karebosi hari itu bukan hanya menjadi tempat salat, melainkan ruang persatuan dan pengingat bahwa dalam memberi, terdapat cinta yang menyatukan seluruh lapisan masyarakat.
Penulis: Ardhi







