MAKASSAR  — Wakil Presiden RI ke-10 dan 12, Jusuf Kalla (JK), menyoroti dua tantangan utama yang dihadapi lulusan baru perguruan tinggi: mencari pekerjaan atau menciptakan lapangan kerja sendiri.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Dalam orasi ilmiahnya pada acara Wisuda Universitas Hasanuddin (Unhas) Tahun Akademik 2024-2025 di Baruga Andi Pangeran Pettarani, Makassar, Selasa (30/5), JK mengatakan bahwa saat ini mencari pekerjaan bukanlah hal yang mudah.

“Oleh karena itu, solusinya adalah menciptakan pekerjaan baru, membuka usaha sendiri, menjadi wirausaha, mengembangkan sektor pertanian, perkebunan, dan sebagainya,” ujar JK.

JK juga mendorong para lulusan untuk kembali membangun daerah asal, terutama desa. Ia menilai, terlalu banyak orang yang berbondong-bondong ke kota, sementara potensi di daerah belum tergarap maksimal.

“Kembali ke daerah, majukan kampung halaman. Jangan semua ingin ke kota, itu membuatnya semakin padat dan susah,” kata Ketua Umum PMI tersebut.

Ia juga mengingatkan bahwa meskipun kualitas pendidikan tinggi di Indonesia telah meningkat, tantangan dunia nyata tetap berat. “Kampusnya bagus, tapi dunia nyatanya penuh tantangan,” tambahnya.

Sebagai catatan, kondisi ketenagakerjaan saat ini sedang tidak baik. Hal itu terlihat dari membludaknya peserta dalam job fair di Bekasi pekan lalu yang dihadiri ribuan pencari kerja.

JK pun menyinggung kaitan antara pengangguran dan premanisme. Ia menilai maraknya premanisme disebabkan oleh sulitnya mendapat pekerjaan.

“Banyak yang jadi preman karena tidak ada kerjaan, tapi tetap ingin hidup. Jadi mereka ambil jalan pintas,” ujarnya.

Menurutnya, solusi premanisme bukan hanya dengan hukuman, tetapi juga dengan menciptakan peluang kerja. “Jangan hanya lihat dari sisi premanismenya, tapi cari tahu penyebabnya dan beri solusi,” tutup JK.

Penulis: Anugrah